Sebelum George Floyd Meninggal, Duet Unik De Jong dan Wijnaldum Jadi Lambang menentang Rasisme

Posted on

 

UNJUK rasa menantang rasisme tengah meriah berlangsung di banyak negara di pelosok dunia mengejar kematian seorang masyarakat kulit hitam Amerika Serikat namanya George Floyd di tangan seorang polisi kulit putih.

Namun, pemain tengah Barcelona asal Belanda, Frenkie De Jong, udah mempropagandakan perang menentang rasisme mulai sejak sekian bulan kemarin. Hal tersebut dilakukan dengan melaksanakan selebrasi unik waktu rayakan gol bersama-sama kawannya di timnas Belanda, Georginio Wijnaldum.

“Tidak perduli apa saja wana kulit kita, kita semuanya sama.

Olahraga dapat mainkan andil yang paling penting dalam perang menentang rasisme lantaran dengan melakukan olahraga kita akan dapat mencapai beberapa orang,” kata De Jong saat interviu dengan BBC Radio 5 berikan komentar perbuatan demo tuntut keadilan buat almarhum George Floyd.

Pemuda 23 tahun itu mengakui amat prihatin dengan kematian yang dihadapi Floyd serta diakuinya tidak mengetahui mengapa ada beberapa kelompok manusia yang masih tetap berlaku rasis di masa seperti saat ini.

“Kita terasa susah lantaran beberapa hal mirip ini masih berlangsung,” kata De Jong. “Saya tidak dapat memikirkan masih ada orang yang mempunyai pemikiran (rasis) semacam itu. Itu amat jarang-jarang.

“Di ruangan ubah kami (di Barcelona) kami mempunyai beberapa pemain yang datang dari semuanya belahan dunia serta kami dapat sama-sama mengetahui. Warna kulit kita serta darimanakah asal kita bukan suatu yang perlu. “

Bekas pemain Ajax Amsterdam itu lantas ceritakan kembali lagi selebrasi yang sudah pernah dilakukan bersama-sama Wijnaldum di tim nasional Belanda waktu rayakan gol yang dibuat kawannya itu dalam kemenangan 4-0 atas Estonia pada pertandingan kwalifikasi Piala Eropa 2020 di Talinn pada 9 September 2019.

Waktu itu, Wijnaldum serta De Jong mempertunjukkan tangan mereka semasing di muka camera untuk memperlihatkan walaupun warna kulit mereka tidak serupa mereka terus berhimpun.

“Pada minggu itu berlangsung suatu kejadian di Belanda dimana beberapa orang mengolok-olok seorang pria kulit hitam,” kata De Jong.
“Kami hendak memutuskan akan baik apabila kami melaksanakan suatu untuk memperlihatkan kalau kita semuanya sama. Bersama-sama Wijnaldum, saya hendak memutuskan untuk mempertunjukkan ke dua lengan kami waktu rayakan gol untuk mengemukakan pesan itu. “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *